Tomb Raider Legacy of Atlantis Dapat Tanggapan Langsung dari Co-Creator

Tomb Raider Legacy of Atlantis Lara Croft
Tomb Raider Legacy of Atlantis menghidupkan kembali petualangan awal Lara Croft dengan sentuhan modern
Spread the love

Portal Dunia Esports – Pengumuman Tomb Raider Legacy of Atlantis langsung menarik perhatian komunitas sejak tampil di The Game Awards 2025. Game ini membawa kembali petualangan awal Lara Croft dalam bentuk remake modern yang menargetkan pemain lama dan generasi baru. Di tengah antusiasme tersebut, salah satu kreator asli Tomb Raider ikut menyampaikan pandangannya secara terbuka.1

Paul Douglas, yang berperan sebagai co-creator seri Tomb Raider, memberi respons yang cukup tajam namun jujur. Ia menyorot kecenderungan industri yang terus mengulang masa lalu dibandingkan menciptakan petualangan baru. Komentarnya membuka diskusi menarik tentang arah kreatif franchise legendaris ini.

Sindiran singkat yang memicu diskusi

Lewat akun Bluesky miliknya, Paul Douglas membagikan reaksinya terhadap Tomb Raider Legacy of Atlantis dengan gaya singkat namun bermakna. Ia mengunggah gambar dinosaurus ikonik Tomb Raider disertai kalimat “She’s back, apparently.” Pilihan kata tersebut terasa sarkastik dan mencerminkan kejenuhan terhadap pola remake berulang.

Douglas menegaskan bahwa ia lebih tertarik menjelajahi dunia baru yang belum pernah tersentuh. Ia mengingat masa pengembangan Tomb Raider di era 1990-an yang penuh tekanan dan tantangan teknis. Menurutnya, pengalaman itu terasa sangat personal sehingga melihatnya terus diulang memberi perasaan campur aduk.

Kritik Halus terhadap Tren Remake Tomb Raider

Dalam pandangan Douglas, Tomb Raider Legacy of Atlantis bukan sekadar proyek nostalgia. Game ini juga mencerminkan kebiasaan industri yang mengandalkan judul lama untuk menjaga perhatian pasar. Ia menyebut remake dan remaster sebagai langkah aman, namun kurang berani dari sisi kreativitas.

Meski begitu, Douglas tidak sepenuhnya menolak proyek ini. Ia tetap mengakui daya tarik elemen klasik seperti dinosaurus yang selalu berhasil memicu rasa kagum. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kritiknya lebih bersifat reflektif, bukan penolakan mutlak.

Sejarah Remake dalam Seri Tomb Raider

Tomb Raider memang memiliki riwayat panjang dalam proyek daur ulang. Sebelum Tomb Raider Legacy of Atlantis, Crystal Dynamics pernah merilis Tomb Raider Anniversary yang juga mengadaptasi game pertama. Setiap versi membawa pendekatan visual dan mekanik berbeda sesuai zamannya.

Langkah ini membantu memperkenalkan Lara Croft kepada audiens baru. Namun, bagi kreator awal seperti Douglas, pengulangan ini terasa melelahkan jika tidak diimbangi ide segar. Ketegangan antara nostalgia dan inovasi pun terus muncul dalam diskusi komunitas.

Reaksi Positif setelah Pengumuman Tomb Raider Catalyst

Menariknya, sikap Douglas berubah lebih lunak setelah Crystal Dynamics mengumumkan Tomb Raider Catalyst. Game baru ini menjanjikan cerita orisinal dengan arah narasi berbeda. Douglas menyebut kombinasi remake dan game baru sebagai “the best of both worlds.”

Pernyataan tersebut menandakan penerimaan yang lebih terbuka. Ia tampak menyadari bahwa Tomb Raider Legacy of Atlantis berfungsi sebagai jembatan nostalgia, sementara Catalyst membawa masa depan seri ini. Keseimbangan inilah yang tampaknya ia harapkan sejak awal.

Kesimpulan

Tomb Raider Legacy of Atlantis menghadirkan nostalgia kuat sekaligus memicu refleksi kreatif dari penciptanya. Paul Douglas menyuarakan kerinduan akan petualangan baru tanpa menutup mata pada nilai sejarah seri ini. Komentar tersebut memperkaya diskusi tentang masa depan Lara Croft dan arah Tomb Raider Legacy of Atlantis.

Baca juga : https://www.esport-asian.com/skyrim-nintendo-switch-2-performa/